STKIP Bima Klarifikasi Soal Mushola Kampus di Lempar Oknum Mahasiswa

1
700

Kota Bima, Insidepos.com

Insiden pelemparan Musholah Baitul Latif STKIP Bima oleh oknum mahasiswa setempat  inisial J,  Sabtu 16-12- 2017 Pukul 17.50 Wita, mendapatkan tanggapan serius dari Ketua Kampus STKIP Bima Dr. Amran Amir M.Pd.

Melalui Press Rilis, Amran menyesalkan adanya peristiwa yang mencoreng nama baik kampus  STKIP Bima. Pihak kampus bersama kedua kubu yang bertikai, Perwakilan Mapala Londa STKIP Bima danLembaga Dakwah Kampus  (LDK) setempat dipertemukan diruang rapat Ketua STKIP Bima,  Senin 18-12-2017 Pukul 09.00 Wita.

Pertemuan itu membahas penyelesaian masalah antara dua kubu mahasiswa agar tidak membias diluar kampus. Bahkan JN oknum anggota Mapala Londa sudah mengakui kesalahannya melakukan pelemparan.

“Dia (Pelaku) mengaku dalam keadaan mabuk saat melakukan halitu. Dihadapan kami, dia minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Jika ia mengulangi, maka kami akan meminta Polisi untuk proses secara hukum,” ujar Amran.

Ketua Kampus ini meminta agar MapalaLonda di STKIP Bima untuk menjaga hubungan baik dengan UMK LDK. Ia tegaskan,  tidak akan telorir terhadap siapapun khususnya MapalaLonda jika ada peristiwa yang sama dikemudian hari.

“Ini warning bagi seluruh Mahasiswa yang mencoba ingin berbuat diluarbatas. Kedepannya, kami akan  tempuh jalur hukum agar memiliki efek jera,” tegasnya

Doktor asal Bima ini menghimbau kepada Mahasiswa dan masyarakat luas untuk tidak terprovosi adanya insiden pelemparan Musholah di STKIP Bima. Amran pastikan kondisi STKIP Bima kondusif. Persoalan yang terjadi sudah diselesaikan secaramusyawarah dan mufakat.

“Islah ditempuh berdasarkan pertimbangan bahwa kampus STKIP Bima merupakan lembagapendidikan. Tindakan yang diambil awal dengan cara pembinaan yang bertujuan merubah dan memperbaiki prilaku manusia,” paparnya

Ia juga tegaskan jika JN, pelaku pelemparan tersebut merupakan seoarang muslim. Pihak kampus menepis adanya isu yang berkembang tentang adanya pengalihan tentang identitas JN.

“Berdasarkan data keluarga, JN seorangmuslim. Kami berharap tidak lagi adanya isu provokatif diluar,” imbuh Amran

Dalam pertemuan Islah tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STKIP Bima, BEM STKIP Bima, Perwakilan DPM STKIP Bima, Perwakilan Brigade MesjidBima, Babinkantibmas dan Babinsa.

Inside/1

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here