Empat Tahun Tak Digaji, Alasan Penjaga Makam Pahlawan Tanam Jagung

1
1547
Isteri Penjaga makam, Nurlanda, Foto/Rian

Kabupaten Bima, Insidepos.com.

Super tega, kalimat ini pantas disandang oleh  Pemerintah Kabupaten Bima periode sebelumnya. Bayangkan saja, sejak tahun 2012 hingga 2016, penjaga Makam Pahlawan, Yamin (65) tidak pernah digaji oleh Pemerintah. Ini juga menjadi alasan Yamin menanam jagung diarea Makam Pahlawan.

Baca juga : Warga Protes Makam Pahlawan Jadi Kebun Jagung

Isteri Penjaga makam, Nurlanda (64), kepada Inside Pos menceritakan sejak tahun 2012,  Ia dan suaminya dipercaya untuk menjaga makam para pejuang itu.

Awal menjaga, kondisi dimakam sangat memprihatinkan. Kotoran sapi, kerbau dan banyak tumbuhan diarea makam. Ia bersama suami dan dibantu anak-anaknya  sukarela membersihkan makam hingga rapi dan bersih.

“Kami menggunakan uang sendiri untuk pemotong rumput dan obat semprot rumput untuk makam ini pak,” ceritanya dengan mata berkaca-kaca

Dari 2012 mengabdi dimakam, Ibu asal Desa Teke Kecamatan Palibelo mengaku baru menanami jagung pada tahun 2015 lalu. Itupun ia minta izin pada kepala dinas sosial  sebelumnya, H Rusdi.

“Kalaupun saat itu tidak diberi izin, kami tidak akan menanamnya,” akunya

Tahun 2016, suaminya pernah dijanjikan pemerintah diberikan gaji selama setahun sebanyak Rp. 6 Juta. Namun tidak pernah direalisasi hingga saat ini.

Yamin baru menerima gaji dari pemerintah kabupaten Bima tahun ini. Ia digaji sebanyak Rp. 500 Ribu perbulan meski yang tertera dalam SK Pemerintah hanya sebanyak Rp. 50 ribu/bulan.

“Baru tahun ini kami digaji. Kami sangat bersyukur sekali karena bisa membantu kebutuhan rumah tangga,” tuturnya

Ibu yang memiliki enam anak ini mengaku kerja ikhlas menjaga makam pahlawan. Menurutnya itu sebagai pundi amalnya kelak.

“Anak saya bisa sekolah semua mungkin karena keikhlasan kami menjaga makam ini. Kalaupun kami salah, kami minta maaf kepada masyarakat bima,” tandasnya

Informasi yang dihimpun Inside Pos, sejak diberitakan, tanaman jagung dimakam pahlawan sudah dibersihkan oleh sekelompok warga dan dibantu aparat. Hal itu dilakukan atas kesepakatan Muspida di Kabupaten Bima agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

Inside/1

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here