Soal Kursi Kosong Kunjungan Mori, Ini Kata Sekjen PAC PDI-P Wera

1
663
Warga KEcamatan Wera saat menyambut kehadiram Calon Wakil Gubernur NTB, Mori Hanafi di Gedung GSG Desa Tawali Kecamatan Wera, kemarin

Kabupaten Bima, Inside Pos,

Mori Hanafi Calon Wakil Gubernur NTB yang berpasangan dengan TGH. Ahyar Abduh, Senin, 5-3-2018 kemarin, berkunjung Kecamatan Wera tepatnya di Desa Tawali (Gedung Serba Guna). Namun, kedatangan mantan anggota DPRD Propinsi NTB Dua Periode itu, tidak disambut secara antusias oleh masyarakat Wera Kabupaten Bima.

Kedatangan Calon wakil Gubernur kelahiran Bima ini rupanya salah pilih momen. Padahal sebelumnya panitia membagikan undangan 500 lembar ke seluruh pengurus Partai pengusung dan sejumlah tokoh masyarakat di Wera. Namun yaang hadir hanya diperkirakan 10 persen dari jumlah undangan.

Hal ini dibenarkan oleh Sekjen PDI-P Kecamatan Wera,  Suhardin  usai kampanye. diakuinya, Undangan disebarkan lintas pendukung partai pengusung, namun hanya sekitar 10% dari jumlah undangan w arga yang hadir

“Undangan sudah kami sebarkan sebanyak -banyaknyaorang, tapi banyak yang sibuk dengan kacang dan bawang, sehingga kondisinya kurang maksimal, ” tuturnya

Suhardin juga sesalnya minim sambutan dari masyarakat, harusnya undangan untuk hadir kampanye idiologis harus dihadiri agar mengatahui visi-misi pasangan calon Ahyar-Mori.

“Ini juga menjadi cambukan buat kami untuk terus meyakinkan masyarakat untuk mendukung putra asli Bima. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menopang untuk kemenangan pak Mori untuk  jadi Wakil Gubernur,” tandas

Banyak kursi kosong lantaran kurang antusianya warga yang hadir me nyambut Calon Wakil Gubernur NTB, Mori Hanafi

Sisi lain, Ketua Forum Kades Kecamatan Wera Drs. Ishaka yang dikonfirmasi membantah jika kehadirannya merupakn bentuk dukungannya kepada Mori Hanafi. Kades Ini, hadir sebagai bentuk penghargaann atas undangannya.

” Tidak benar ada isu pengklaiman dukungan seluruh kades ke Ahyar-Mori. Kami masih dalam tahap menilai dan akan menyimpulkan nanti. Kami  belum bisa putuskan, siapa tahu ada calon lain yang lebih baik dan bisa menjawab harapan mayarakat Pulau Sumbawa,” bantahnya.

Kades Tadewa ini juga menegaskan jika Kades tidak akan pandang bulu untuk hadir pada pasangan calon gubernur manapun. Alasannya, mokmentum itu dijadikan alat ukur untuk menilai visi misi yang berpihak kepada masyarakat. “Saya selaku ketua forum Kades SeKecamatan Wera, Belum ada pernyataan sikap untuk mendukung pasangan calon. Kami tidak mau nama kami dijadikan alat kampanye Tim pemenangan, “tegasnya

Sikap tegas Kades Tadewa tersebut, menjawab penyataan Mori Hanafi usai membacakan Program kerja, yang mengklaim seluruh kades di Wera akan mendukung nomor Ahyar-Mori.

Inside I

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here