Ikut Jejak Sang Ayah, Cucu ‘Tokoh Peristiwa Donggo 1972’ Terjun Jadi Politisi

0
872

Bima, Inside Pos,-

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, peribahasa ini pantas disandang oleh Adfirulhaq, S.Sos. Anak Pertama dari H. Mustahid, H. Kako, MM, yang juga seorang anggota DPRD Aktif di Kabupaten Bima ini, menyatakan diri untuk siap tampil menjadi Calon Legislatif Dapil II Kota Bima.

Ternyata, calon Magister disalah satu PTS di Ibukota Jakarta ini, sudah sejak lama memiliki impian menjadi politisi, ikut karir sang ayah. Adi, sapaan akrab cucu dari H. Kako yang dikenal tokoh spritual dalam Peristiwa Donggo 1972, dikenal memiliki sifat dermawan dan suka menolong sesama. Itu dibuktikan dengan banyaknya arus dukungan dari keluarga dekat maupun para sahabat yang mendorongnya terjun didunia politik.

Meski terbilang masih muda, Adi mengaku sudah banyak belajar ilmu politik dari sang ayah. Pada Pileg 2019 mendatang, Ia harus memulai merintis karir Politiknya diusia 25 tahun.

Bagi Adi, di usia muda mengawali karir politiknya bukanlah jadi tantangan. Justru menjadi penyemangat untuk meyakinkan kepada simpatisan dan pendukungnya jika tampilnya di Pileg mendatang merupakan panggilan moral dan niat untuk mengabdikan diri pada masyarakat Kota Bima.

“Moment Pileg ini menjadi langkah awal bagi saya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Saya tampil dalam kancah pertarungan menuju kursi Dewan adalah panggilan moral saya. Alhamdulillah, niat baik saya direspon baik oleh keluarga besar saya di Kota Bima terutama dari warga Suku Donggo,” jelas Adi

Lanjut Adi, dalam Pileg mendatang, ia sudah menyiapkan diri sejak lama. Terutama campur tangan orang tua dan kerabatnya memperkenalkan dirinya ke publik, menjadi modal awal. Disisi lain, tetap terjalinnya harmoni dengan rekan sekolahnya dulu maupun relasi bisnisnya, menjadikan politisi muda gampang diterima oleh warga Kota Bima.

“Tapi saya tidak bisa besar hati. Karena menjadi politisi semua hal harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Pelajaran yang berharga dari sang ayah, yakni tentang kesabaran, keuletan, berpikir rasional dan kritis ketika ketimpangan didepan mata. Misalnya ada kebijakan yang tidak pro rakyat, maka sebagai warga negara yang baik kita tidak bisa menutup mata,” tegasnya

Selain itu, Adi juta menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada orang tua, kerabat dekat dan para sahabatnya yang sudah support dirinya untuk mengambil bagian dalam Pileg 2019 nanti. Menurutnya, arus dukungan dan doa dari orang terdekat menjadi modal awal baginya untuk merebut kemenangan.

“Saya dan keluarga besar sudah membaca peluang ini. Saya tidak asal mencalonkan diri tanpa dukungan rill dari keluarga dan warga Kota Bima. Soal kalah menang itu Allah SWT yang mengaturnya,” tandasnya

Adi juga mengaku sudah menyerahkan formulir pendaftaran ke Sekretariat DPC PKB Kota Bima, Senin kemarin. Untuk Dapil yang menjadi arena perebutan kursi DPRD, Adi masuk di wilayah dapil II yang Kota meliputi Kecamatan Rasanae Barat dan Kecamatan Mpunda Kota Bima.

“Formulir sudah diserahkan. Tugas saya selanjutnya untuk terus meyakinkan warga Kota untuk memilih saya. Insya Allah, saya akan amanah dan tidak akan menghianati kepercayaan rakyat kota bima,” pungkasnya.

(Ryan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here