PT. Bunga Raya ‘Kuras’ BBM Subsidi

0
715
Inilah Penampakan Truck pemuat BBM Subsidi yang diduga digunakan perusahaan besar di Bima.

Bima, Inside Pos,-

Meski, Negara melarang keras penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk Perusahaan Swasta. Namun, Peraturan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pasal 55 Junto Pasal 56 seolah tidak berlaku bagi PT.Bunga Raya.

Senin lalu, salah satu Perusahaan Besar milik Etnis Mata Sipit itu dipergoki Warga dan oknum Aparat saat menguras BBM bersubsidi jenis Solar di SPBU Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Jumlahnya, hingga mencapai Ribuan Liter.

Dalam aturan tersebut sangat jelas menyebutkan, baik menyangkut pelanggaran maupun Sanksi berikut Denda. Ancamanya, maksimal enam tahun kurungan penjara dan denda maksimal Rp.60 Milyar.

Tidak hanya itu, Selain dugaan menguras BBM bersubsidi, ada sejumlah persoalan pelanggaran lainnya, termasuk pengerjaan proyek aspal jalan oleh PT. Bunga Raya. Akan tetapi, persoalan demi persoalan dugaan pelanggaran ini tenggelam dengan sendirinya. Bahkan, opini yang berkembang ditengah masyarakat NTB, menyebutkan jika PT. Bunga Raya ‘Kebal Hukum’ karena ada dugan dibekingi oleh oknum tertentu.

Kejadian Senin malam yang melibatkan sejumlah pemuda di SPBU Panda, menjadi fakta tidak terbantahkan jika PT. Bunga Raya secara terang-terangan melanggar hukum. Namun, hingga saat ini, belum ada pihak berwenang yang mulai mengusut dugaam kasus yang merugikan rakyat ini. Padahal, sudah menjadi buah bibir dikalangan aktivis Bima dan sudah terpampang dibeberapa media massa.

Lantas, apakah kita menutup mata dan membiarkan masalah ini akan terus terjadi? Berikut hasil wawancara reporter Inside Pos dengan manager SPBU Panda, Yayan, terkait dugaan pelanggaran PT. Bunga Raya saat melakukan pengisian solar subsidi.

Manager SPBU Panda, Yayan saat memberikan pernyataan pers soal pengisian BBM Subsidi oleh PT Bunga Raya

Terkait soal BBM ini, Yayan membenarkan
adanya pengisian BBM Bersubsidi pada malam senin lalu oleh pihak PT. Bunga Raya. Jumlah pengisian Solar bersubsidi tersebut mencapai ribuan liter.

“Memang benar ada pengisian BBM Bersubsidi. Paginya, saya mendapatkan informasi dari pegawai,” ujarnya

Namun Yayan mengaku hal itu tanpa sepengetahuan pihak SPBU jika ada pengisian BBM Bersubsidi oleh PT. Bunga Raya. Menurutnya, orang awan sekalipun sudah memahami jika perusahaan swasta tidak dibenarkan menggunakan BBM Bersubsidi karena bertetangan dengan aturan maupun undang-undang yang berlaku.

“Saya tidak ingin SPBU ini mendapat masalah karena untuk kepentingan perusahaan lain. Bahkan, dari kejadian ini,perusahaan sudah memberikan sanksi kepada operator berupa surat peringatan tahap 2,” paparnya

Pihak perusahaan ini juga memberikan skorsing selama seminggu untuk tidak bekerja di SPBU Panda. Sikap tegas dari perusahaan sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan atas kelalaian operator saat menjalankan tugas.

“Kami menduga, operator ini bermain dengan pihak PT. Bunga Raya. Karena pengisian BBM diluar pengawasan kami diperusahaan. Kita hanya menerima data laporan penjualan saja tanpa mengetahui siapa saja yang mengisi,” katanya
Dalam hal ini juga, manager ini juga akan melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat lagi agar tidak ada pihak perusahaan yang memanfaatkan BBM bersubsidi. Selain itu, Yayan menyampaikan rasa bangga kepada sejumlah pemuda atas berpartisipasi dalam melakukan pengawasan.

“Kami sangat terbuka dan selalu utamakan kepentingan rakyat bukan semata-mata untuk mencari keuntungan besar dalam bisnis ini. Karena ada amanat Negara yang harus kami jalankan,” tandasnya seraya menbahkan,” saya baru tiga bulan menjadi manager disini dan saya masih tahap belajar,” pungkasnya
Sementara itu, Pihak management PT. Bunga Raya yang dikonfirmasi di kantornya, belum berhasil ditemui. Bahkan, dikediamannya di Rabangodu-Kota Bima didatangi untuk upaya perimbangan berita, juga belum berhasil. Justru penulis, mendapatkan sikap tidak bersahabat dari salah satu wanita dikediaman Manager PT. Bunga Raya, Wit. Wanita tersebut yang sebelumnya bersikap santun, terlihat tidak bersahabat ketika tahu jika yang datang kerumahnya adalah Wartawan.

“Bapak tidak ada dirumah, silakan mas cari dikantor,” hardik wanita ini sambil menunjuk wartawan dari dalam rumahnya.
(Ryan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here