Uang Nasabah “Raib” Pihak BRI Terkesan Lepas Tangan

0
364

Kota Bima, Inside Pos

Sungguh malang nasib yang dialami oleh Arman. Uang yang ada direkeningnya tiba-tiba ‘raib’. Kejadian miris yang menimpa warga Kumbe-Kota Bima ini berlangsungi sejak tahun 2016 lalu.

Segala cara dan upaya dilakukan agar uang miliknya dikembalikan oleh pihak Bank BRI, namun hingga hari ini belum juga dipenuhi. Berikut hasil konformasi Inside Pos dikediaman Arman mengenai raibnya uang senilai ratusan juta direkeningnya.

Arman (42) dan Isterinya Raodah sudah lama menjadi nasabah Bank BRI Cabang Bima. Kesehariannya sebagai Pedagang Sembako diareal pertokoan Kelurahan Kumbe tepatnya, Belakang Terminal Kumbe. karena kejujuran dan rajinnya menabung dari hasil keuntungan usahanya, Tahun 2016 lalu,  Arman dinobatjkan menjadi nasabah BRI terbaik diwilayah Rasana’e Timur- Kota Bima.

Karena predikat terbaik itu-lah, Arman bersama isterinya ditawar oleh pihak unit Bank BRI di wilayah Raba untuk membuka jasa Brilink (Jasa pengiriman dan penerimaan uang) dikelurahan Kumbe. Saat itu juga, Arman diberi pinjaman oleh pihak BRI senilai Rp. 150 Juta untuk Saldo awal menjalakan usaha barunya, Jasa Pengiriman dan penerimaan uang.

Hubungan Nasabah ini dengan pegawai Bank BRI unit Raba terjadi baik. Arman bercerita, sebelum terjadi kehilangan uang direkeningnya, pihak Bank BRI unit Raba selalu datang meminta bantuan kepadanya agar dipinjamkan uang sebanyak Rp. 80 juta untuk menutupi kekurangan akhir tahun. Ia tidak penah menolak permintaan  pihak BRI.

“Saya berkali-kali membantu pihak BRI Unit Raba ketika mereka minta pinjaman kepada saya sekitar 2014 dan 2015 lalu. Tapi mereka selalu menggantinya dengan cepat,” ujarnya

Petaka itu datang ketika tawaran jasa brilink disepakati dengan pihak BRI. Ia percaya sepenuhnya kepada Pegawai BRI Unit Raba, IFN, FDL dkk (Inesial, red) untuk mengurus semua dokumen dan registrasi rekening lantaran dirinya kurang paham cara mengurusnya.

Arman menyimpan Saldo awal sebanyak Rp. 80 Juta direkening BRI miliknya untuk menjalankan jasa Brilink. Beberapa hari kemudian, Ia mendapati pesan masuk dihandphonenya  bersumber dari M.Token. Isi pesan tersebut berupa nomor token.“Saya tidak memahami apa nomor Token itu. Saya hanya membacanya sepintas karena saya anggap pesan biasa saja,” jelasnya

Beberapa saat menerima pesan masuk dari  M.Token itu, Ia mendapatkan telepon dari seseorang yang meminta nomor token itu dibaca. Arman dengan polosnya membaca nomor Token kepada penelpon yang mengaku dari pihak BRI. Sehari setelah ditelpon oleh pihak yang mengaku dari bank BRI, Ia datang ke Bank untuk cek tabungannya. Arman terkejut setelah melihat saldonya semula Rp. 80 Juta hanya tersisa Rp. 1 juta saja.

“Uang saya hilang sebanyak Rp. 79 Juta, saya kaget sekali karena tidak pernah melakukan transaksi dengan siapapun. Apalagi alat dan fasilitas untuk menjalakan jasa Brilink  belum diterima olehnya dari pihak BRI saat saya kehilangan uang direkening,” ungkapnya

Terkait kehilangan uang direkening miliknya, Arman dan isterinya mendatangi pihak bank BRI Unit Raba  untuk melakukan klarifikasi. Waktu itu, ia diminta bersabar untuk menunggu hasil penelusuran aliran dana yang hilang direkeningnya. 2016 lalu, Arman diminta waktu sebulan untuk menunggu kabar pengembalian  uangnya. Setelah berbulan-bulan bahkan berjalan 2 tahun ini, uang ratusan juta miliknya tidak kunjung diganti.“Selain uang senilai Rp. 79 juta, uang yang dikirim oleh keluarga saya dari luart daerajh senilai Rp. 20 Juta lebih juga hilang.  Cara pihak BRI sangat merugikan usaha saya,” sorotnya

Nasabah terbaik BRI ini tidak mampu lagi menghitung sudah berapa kali mendatangi pihak BRI untuk menagih janji mengembalikan uangnya. Terakhir, tanggal 14/5-2019 Arman bersama isteri mendatangi BRI unit Raba. Ia dan isterinya tidak bisa menahan emosi. Keduanya mengamuk dan memaki pihak BRI unit Raba. Insiden pelampiasan kekecewaan nasabah terbaik BRI ini juga sempat menjadi Viral di Medsos.

“saya dan isteri sangat emosi, selama dua tahun kami hanya diberi janji palsu. Itu makanya, saat dikantor BRI, kami marah-marah. Siapa yang tidak emosi uang kami sudah dua tahun hilang tapi tidak ada tanggapan serius dari BRI. Padahal mereka dari awal janji untuk ganti kerugian uang yang hilang,” pungkasnya

Arman Juga mempersoalkan uang sebanyak Rp. 20 juta lebih dikirim oleh kerabatnya yang dipotong langsung oleh pihak BRI tanpa izinnya. Padahal, setelah terjadi kehilangan uang Rp. 79 juta itu, Ia dijanjikan tidak lagi membayar pinjaman ke pihak BRI sebelum uang yang hilang itu kembali.

“Karena saya percaya dengan kesepakatan itu, makanya saya menyarankan keluarga saya untuk tranfer uang itu ke rekening saya. Namun, pihak bank lagi-lagi membuat saya dirugikan, mereka menarik uang tanpa izin saya” sesalnya

Terkait soal ini, Arman meminta kepada pihak BRI Bima dan Pusat untuk segera mengganti uang miliknya. Hal itu dilakukan atas dasar perjanjian awal antara kedua belah pihak. Ia juga mengaku pinjaman sebanyak Rp. 150 Juta ke BRI baru tiga bulan dicicil.

“Saya mau bayar dengan apa sedangkan uang  belum dikembalikan pada saya. Intinya BRI harus bertanggungjawab dengan segala kerugian yang saya alami selama dua tahun. Jika tidak digubris, maka saya akan melaporkan ke Ombusman NTB dan pihak Polda NTB dalam waktu dekat ini. Saya tidak main-main lagi untuk urusan ini karena sudah melanggar perjanjian awal,” tegasnya

Tidak hanya itu, Arman menduga adanya modus penipuan yang dilakukan oknum di BRI soal uangnya yang hilang. Dugaannya diperkuat dengan kondisi yang ia alami selama dua tahun ini. Belum lagi, sejumlah pegawai dan staf penting di BRI Unit Raba sudah dipindahkan menjadi staf di BNI Cabang Bima.

“Dugaan kuat lainnya soal kelemahan saya untuk operasikan internet banking. Dari hasil penelusuran dan informasi yang saya dapatkan dari kerabat yang juga bekerja di bank, jika transaksi yang menghilangkan uang saya itu melalui internet banking. Demi Allah dan Rosul, uang saya hilang sebelum saya mendapatkan alat Brilink dari BRI,” tandasnya

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Bima yang dikonfirmasi soal kehilangan uang Nasabah senilai ratusan juta, tidak banyak memberikan komentar. Ia menyarankan untuk menanyakan kembali ke nasabah. Bahkan Kepala BRI baru ini enggan menjelaskan model transaksi yang membuat nasabah rugio ratusan juta.

“Saya hanya bisa mengatakan transaksi itu sah sesuai aturan perbankan.  Sudah kami sampaikan ke BRI Pusat, namun bank pusat menolak untuk memberikan ganti rugi. Hanya itu yang bisa saya jelaskan, karena saya ada janjian dengan Kapolres saat ini,” jelasnya singkat.

(Ryan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here