Hadi Santoso, Lokomotif Kemenangan Zul-Rohmi di Kabupaten-Kota Bima

0
789

Jakarta, Inside Pos

Ditulis Oleh:
Fadlin Guru Don (Dou Donggo)
(Pemerhati Pulau Sumbawa dan Akademisi Universitas Mercu Buana Jakarta)
Mengawali tulisan ini, penulis ingin mengupas sedikit tentang biografi pemuda yang lahir dari Desa terpencil, Runggu Kabupaten Bima. Nama lengkapnya Hadi Santoso, ST.,MM, biasa dipanggil Bang Hadi.

Masa kecilnya beliau habiskan di tanah Kediri-Jawa Timur, sampai menamatkan sekolah tingkat pertama, kemudian melanjutkan masa remaja di tanah kelahiranya sendiri sampai ia tamat di SMUN 1 Kota Bima. Pada tahun 1997 beliau melanjutkan pendidikan di Universitas ternama Indonesia timur yaitu Universitas Hasanudin (UNHAS).

Ditengah sibuknya menjadi Mahasiswa teknik Elektro, beliau juga bergelut di Lembaga-lembaga Intra-Ekstra Kampus. Posisinya sebagai Sekum DPC Pemuda Bulan Bintang Kota Makassar adalah awal beliau meniti karier politiknya, hingga ia sampai menjadi Wakil Bidang DPW Partai Bulan Bintang Sul-Sel. Ini cukup mengagumkan, karena bisa dilakukan oleh seorang yang masih dalam status mahasiswa.

Namanya tersohor di mata publik Nusa Tenggara Barat bukan karna posisinya yang sudah sampai sekarang ini, tetapi di waktu menjadi mahasiswa dia sudah memang populer, karena dia pernah menjadi PJS Ketua Umum IMA-NTB. Tentu keberhasilan ini tidak mudah didapatkan melainkan lewat semangat kerja keras dan keuletan dirinya.

Karir organisasinya belum berhenti sampai disini, tetapi beliau masih memiliki sederetan pengalaman lain, misalnya beliau pernah menjabat sebagai Sekretaris Korkom IMM Unhas, Sekretaris Umum FS-LDK Indonesia Timur, Wakil LSM YAPEDRA, YAKSAN & YARMED, Ketua DMME FT UH, Penasehat Eksekutif HME FT-UH, hingga menjadi Koordinator Pres KMT UNHAS.

Selain itu juga, demi mematangkan dirinya beliau juga tidak melewatkan kesempatan demi mengasah potensinya untuk terjun didunia Jurnalistik, yang diawali dengan aktif di Radio EBS & Creator FT-UH. Pengalaman didunia Jurnalistik ini, telah mengantarkan dia pada puncak karirnya untuk menjadi seorang anak tinta, yaitu sebagai seorang wartawan yang hebat.

Tulisannya yang begitu diminati dan menjama semua kalangan, menjadi bukti bahwa beliau adalah seorang wartawan senior yang pantas mendapat apresiasi dan predikat. Sehingga pada akhirnya beliau mendedikasikan dirinya didunia Jurnalistik dengan mendirikan Tabloid Berita FOKUS.

Oleh karena potensinya yang sudah matang maka beliau mencoba untuk kembali menghibahkan dirinya didunia pendidikan, dengan mendirikan Yayasan Generasi Penyelamat & Pembaharu Bima (GPPB) pada tahun 2004 lalu.

Pada tahun yang sama, beliau juga mencoba membuat terobosan lain, yaitu ikut andil didunia Kampus dan berhasil mendapatkan amanah sebagai Pembantu Direktur III Akademi Teknik Bima (ATB). Sampai pada akhirnya, beliau ditetapkan oleh Walikota Bima, Alm. HM Nur A Latif, sebagai Ketua Lembaga Advokasi Teknologi (LAT), dan menghantarkan Kota Bima, menjuarai Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat NTB, hingga mewakili NTB pada TTG di tingkat Nasional di Palembang-Sumatra Selatan.

Pada saat itu beliau masih bergelar sarjana. Oleh karena tuntutan undang-undang, bahwa untuk menjadi tenaga Dosen diwajibkan S2, maka pada tahun 2009 silam, beliau melanjutkan pendidikan program magister di Program Pasca Sarjana Manajemen UII Yogyakarta, dengan konsentrasi Managemen Sumber Daya Manusia. Lengkaplah sudah predikat Bang Hadi.

Kerja keras dan keuletan Bang Hadi, tidak mulus sampai mengantarkan dia pada keberhasilan saja, tetapi ditengah karirnnya yang mulai memuncak, beliau juga diuji oleh Allah SWT melalui penyakit paru-paru yang telah bersamanya sejak dari tahun 2000 hingga tahun 2006 sempat istirahat total.

Saat itu masih dalam keadaan bangkrut dan tidak memiliki apa-apa dan menyayat hati, rupanya ditemani oleh seorang gadis yang telah menjadi istrinya ini dan menghabiskan waktunya untuk mengurus bang hadi dengan tulus dan ikhlas.

Hampir 6tahun lamanya beliau terus mengobati penyakit yang telah lama dideritanya. Semua pengobatan medis maupun tradisional telah dicoba, hingga pada akhirnya beliau berkesimpulan pada pengobatan ala Islam yaitu dengan cara Bekam, Ruqyah, dan Herbal.

Semua ujian berhasil ia lewati. Sekitar bulan Agustus 2007 beliau meminang seorang Bunga Desa yang telah berjasa dalam hidupnya. Gadis cantik jelita yang bernama Nuraeni, putri dari bapak H. Sulaeman yang berada di tanah Donggo Doridungga. Alhamudulillah sekarang beliau dianugrahi seorang putra yang sangat tampan yang diberi nama Fikar Akbar Al Muslim, yang usianya masih belia sekitar tiga tahun.

Kondisi setelah menikah belum juga membaik, namun beliau meiliki harta yang paling berharga yaitu seorang istri yang selalu ada dan terus memberi motivasi serta suport kepada dirinya, sehingga beliau bisa sukses seperti sekarang ini. Benarlah kata orang, “Dibalik kesuksesan seorang laki-laki ternyata ada wanita yang luar biasa di sampingnya”

Dibalik Kesabaran dan ketabahan menjalani ujian itu, rupanya beliau mendapat hikmah sebagi balasan langsung dari Allah SWT. Dengan modal awal dari teman-teman kuliahnya, beliau telah sukses mendirikan usaha Syar’i “SENTRAL MUSLIM” dibidang Klinik Sehat Islami dan Computer (Centre Hardware, Software, Service), dengan nawaitu 10 % penghasilannya untuk di Infaq kejalan Allah (Fisabilillah).
Sebagai pelengkap keberhasilan Bang Hadi, saya ingin mengutip kalimat inspiratifnya “Manusia hanyalah onggokan waktu, jika telah berlalu satu hari maka berkuranglah dia. hidup hanyalah kepingan,dan kematian adalah sebuah keniscayaan, syurga-neraka adalah kemutlakan, karena itu tujuan hidup hanyalah memanage kematian yang indah. Lahir di bumi jahiliyah, barharap merubah menjadi bumi berkah, mendapat hadiah Jannah”. Terima kasih Bang Hadi telah menginspirasi kita semua.

Berkat niat suci itu, Saat ini usaha beliau sudah bisa mempekerjakan 21 orang karyawan dengan 5 lokasi usaha, termasuk Labuan Bajo-NTT. Dari Usaha ini beliau memili Cita-cita besar untuk mewujudkan SENTRAL MUSLIM menjadi perusahaan multi sectoral bertaraf Nasional dengan mempekerjakan 1.000 karyawan.

Itulah hikmah dari segala usaha, kerja keras serta kesabaran dan ketabahan beliau menjalangkan semua cobaan, tantangan dan rintangan selama ini. Maka benarlah janji Allah bahwa Allah akan bersama dengan orang-orang yang sabar.

Ada Bang Hadi, Ada Zul-Rohmi
Kemenangan Zul-Rohmi nomor urut tiga versi Quick Count di perhelatan akbar rakyat NTB pada Pilkada serentak tanggal 27 Juni 2018 beberapa hari yang lalu, tidak bisa lepas dari peranan seorang pemuda luar biasa, Hadi Santoso.

Bang Hadi nama akrabnya, adalah Koordinator Daerah Tim Pemenangan/Relawan ZUL-ROHMI Kabupaten dan Kota Bima. Penunjukan dirinya oleh Gubernur terpilih Sebagai Koordinator Pemenangan Zul-Rohmi bukanlah tanpa dasar, tetapi tentu berdasarkan pada hitungan dan statistika politik yang mendalam.

Ada energi dan daya juang yang terlihat dalam diri Bang Hadi, sehingga dia mendapatkan kesempatan yang tak didapatkan orang lain.

Perjalanan Bang Hadi selama menjadi Koordinator Tim Pemenangan Zul-Rohmi, rupanya tidak mudah dan mulus. Godan dan cobaan sangat menyayat hati.

Ditengah menjalankan amanah itu, Bang Hadi sempat mengalami hambatan dan gesekan dari pihak yang merasa cemburu atas posisi dan pengaruh dirinya. Segala macam fitnah dan tuduhan terus muncul hingga gejolak dan kondisi kepengurusannya dipenuhi dengan suasana yang memanas. Banyak diantara mereka yang mengklaim diri bahwa dia lebih pantas dari Bang Hadi.

Suasana itu terus bergulir pada beberapa waktu yang cukup dihitung lama, sehingga tak sedikit yang memiliki inisiasi untuk menarik diri.
Kondisi yang penuh intrik itu, sempat membuat bang Hadi “mengistirahatkan diri”. Namun Dr. Zulkieflimansyah yang memberikan mandat padanya, hanya memberikan waktu istirahat setengah hari.

Dan Bang Hadi pun akhirnya belajar menjalaninya dengan penuh kesabaran. Segala bentuk usaha terus beliau upayakan agar bisa meretas semua problematika yang ada. Ia pun bekerja secara maksimal, ikhlas dan tulus bekerja demi memenangkan Zul-Rohmi di Kabupaten-Kota Bima.

Pada akhirnya kondisi itu kembali berjalan normal seperti biasa, beliau bebas dari segalam macam tuduhan dan fitnah itu. Perjalanan ini mengingatkan penulis bagaimana besarnya ujian yang beliu hadapi dimasa-masa sulit sampai beliau berhasil hingga sekarang ini.

Untuk membuat suasana lebih santai, mari kita lanjut bersama tentang sisi lain Bang Hadi yang belum sempat penulis coret.
Kecintaannya kepada Almamater yang telah memembsesarkan namanya, beliau aktif menjadi Pengurus Ikatan Alumni.

Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Umum DPW IKA Teknik UNHAS Wilayah Bali-Nusra sampai tahun 2020. Sebagai seorang sarjana jebolan Teknik UHAS beliau juga ikut berkecimpung didalam organisasi keinsinyuran, dengan menjabat sebagai Ketua Umum DPC Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota/Kab Bima Periode 2017-2019. Bukti real sebagai seorang insinyur, beliau pernah didelegasi untuk mengikuti Conferensi Insinyur Tingkat Asean di Thailand pada tahun 2017.

Kapastisnya sebagai seorag sarjana teknik tidak bisa diragukan lagi. Beliau sudah asam garam dengan semua itu. Masih berkaitan dengan ilmu keteknikan, beliau saat ini juga, telah diamanahkan menjadi Wakil Ketua Kamar Dagang & Industri (KADIN) Kab. Bima mulai dari tahun 2017 hingga berakhir tahun 2019.

Ilmu teknik beliau sesungguhnya belum habis dipakai, rupanya beliau saat ini masih memiliki jabatan penting didunia Kontraktor dilevel Propinsi yang baru-baru ini telah dilantik sebagai Ketua Umum DPD Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (AKLINDO) Provinsi NTB Periode 2018-2020.

Menyambung cerita soal pengalamannya di dunia Akademik, penulis ingin menginformasikan kepada semua pembaca bahwa sekarang beliau juga adalah orang penting di STKIP Taman Siswa Bima. Selain berkapasitas sebagai Dosen Kopertis, beliau adalah Wakil Ketua IV (Bidang Humas dan Kerjasama) STKIP Taman Siswa Bima Periode 2017-2019, yang saat ini dipimpin oleh Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M. Si. Sementara, kecintaannya pada dunia Jurnalistik, dia wujudkan dengan membangun media Visioner.co.id bersama Iparnya, Rizal AG.

Walaupun Bang Hadi adalah seorang menantu di Kecamatan Donggo, tetapi kecintaanya kepada Dana Donggo tidak bisa di anak tirikan. Perhatiannya melebihi putra asli Donggo. Sebagai penghargaan masyarakat Donggo kepada dirinya, saat ini beliau telah diamanahkan menjadi Ketua III Paguyuban Donggo Bima Periode 2018-2020, lembaga peguyuban Dou Donggo yang saat ini di pimpin oleh Drs. H. Mustahid H.Kako, M.Si.

Selama ini, beliau sering ikut andil dalam menyelesaikan serta meretas masalah yang terjadi disana. Tidak hanya masalah yang bersifat kecil tetapi termasuk masalah yang levelnya besar. Bersama dengan Gubernur terpilih Dr. Zul, beliau sudah membangun komitmen untuk membantu masyarakat Donggo dalam menuntaskan masalah Air bersih. Tidak bisa dinafikan memang, bahwa persoalan air bersih di Donggo adalah merupakan perhatian serius dari pemerintah, karna menyangkut soal hidup dan mati masyarakat Donggo. Simpati dan empati Bang Hadi kepada Dou Donggo tidak bisa diragukan lagi.

Terima kasih Bang Hadi, anda seoarang pendatang tetapi anda hadir membela hak-hak masyarakat kami.
Itulah sebagian kecil riwayat singkat Bang Hadi yang penulis kutip dari Blok Pribadinya. Saya sengaja mengambil beberapa point saja dari sederetan pengalaman Bang Hadi, dalam rangka melegitimasi power beliau, sehingga para membaca tulisan ini tidak ragu bahwa beliau pantas dipilih sebagai Koordinator Pemenangangan Pasangan Zul-Rohmi di Kabupaten-Kota Bima.

Saatnya kita kembali pada inti
persoalan utama.
Semua usaha dilakukan, semua problem teratasi. Saatnya memompa ban agar kendaraan berjalan maksimal. Menjaga kebersamaan dan Merawat persatuan menjadi kunci utama bagi dirinya dalam memupuk anggota tim untuk memenagkan Zul-Rohmi di Kabupaten-Kota Bima. Besar harapannya Zul-Rohmi memenangkan pertarungan besar ini.

Keberadaan ia sebagai Tim Sukses orang lain ditengah purta se-daerahnya asli Bima Mori Hanafi, yang masuk dalam salah satu daftar kandidat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, menjadi tantangan tersendiri buat Bang Hadi. Tentu mata dan telinganya pasti melihat dan mendengar sinis serta sindiran dari pihak lawan. Tetapi beliau menganggap itu adalah dinamika politik, yang sangat lumrah terjadi pada siapapun.

Prinsipnya yang teguh, keyakinannya yang kuat, membuat ia tetap kokoh dengan pilihannya kepada pasangan Zul-Rohmi, walaupun pasangan ini bisa dibilang baru dan asing bagi masyarakat Bima umumnya. Tetapi ia percaya bahwa Zul-Rohmi akan memenagkan hajatan rakyat NTB. Semangat yang tak pernah pudar, ia perlihatkan kepada semua orang bahwa kerja kerasnya akan membuahkan hasil.

Safari politik terus ia gelarkan bersama Bang Zul mulai dari tingkat kecamatan hingga kepelosok-pelosok Desa di seluruh Kabupaten-Kota Bima.
Bang Hadi terkenal dengan karakter yang sosialis serta komunikatif kepada semua kalangan. Sudah barang tentu cepat dikenal oleh orang lain. Jiwanya yang bersahabat, memudahkan ia mensosialisasikan pasangan Zul-Rohmi kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten-Kota Bima. Sehingga sosok Dr. Zul begitu cepat terkenal dan populis. Tidak bisa dipungkiri elektbilitas pasangan Zul-Rohmi semakin hari semakin meningkat, tidak lepas dari jasa dan kerja keras Bang Hadi.

Kebersamaan Bang Zul dengan dirinya selama proses sosialisasi dan kampanye politik, layak dua orang sahabat karib yang selalu bergandengan tangan dimanapun mereka berada. Sehingga banyak orang menilai distu ada Bang Hadi, disitu juga ada Bang Zul.
Sosok Dibelakang Calon, menentukan Kemenangan

Hal yang membahagian adalah apabila yang kita lakukan mendapatkan hasil yang baik. Mungkin seperti itulah perasaan bang hadi ketika usaha dan kerja kerasnya selama ini, karena telah berhasil memenangkan pasangan Zul-Rohmi menjadi pasangan Guburnur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023.

Tim Sukses adalah unsur terpenting bagi pasangan calon. Karena mereka adalah penggagas atau konseptor kemenangan. Khusus di Kabupaten-Kota Bima, Bang Hadi tidak hanya berposisi sebagai Koordinator Tim Pemenangan Zul-Rohmi, tetapi beliau sekaligus menjadi Konsultan Pasangang Gubernur-Wakil Gubernur baru NTB.

Ia telah berhasil memetakan daerah-daerah yang memiliki basis massa dan mendesain strategi untuk memenangkan pasangan nomor urut tiga pada titik-titik yang kurang mendapat dukungan.

Setiap pasangan calon tentu memiliki orang-orang yang berpengaruh dibelakangnya. Misalkan saja, pasangan calon nomor urut satu Suhaili-Amin telah dibeking oleh penguasa Kabupaten Bima Hj.Indah Damayanti Putri. Sebagai kader Partai Golkar Bupati Bima telah terang-terangan mendeklarasikan diri untuk memberi dukungan secara total kepada pasangan Suhaili-Amin.

Begitu juga halnya dengan nomor urut dua pasangan Ahyar-Mori yang telah di sukong oleh enam Partai besar yaitu Gerindra, PAN, PPP, Hanura, PDIP, dan PBB. Sudah barang tentu sederetan orang-orang hebat ada dibelakangnya. Sementara pasangan nomor urut empat Ali-Sakti, tidak menari untuk dibahas karna pasangan ini maju melalui jalur independen tanpa dukungan dari partai politik, maka bisa dipastikan powernya di

Kabupaten-Kota Bima sangat kecil.
Menurut penulis, pengaruh tokoh-hebat yang ada dibelakang dari ketiga pasangan calon Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur NTB sangat seksi untuk di bedah. Sebagai penguasa “Dana Mbari” Bupati Bima Indah Damayanti Putri, seharusnya bisa membuat pasangan nomor urut satu mengungguli kemenangan di Kabupaten Bima.

Tetapi pada kenyataanya IDP hanya mampu mengantarkan Pasangan Suhaili-Amin pada urutan ketiga Suara terbanyak. Artinya Bupati Bima belom bisa dianggap berhasil sebagai garda utama bagi pasangan calon nomor urut satu.

Sementara pasangan Ahya-Mori yang telah di boyong oleh enam Partai raksasa, serta di di dorong oleh sejumlah tokoh-tokoh hebat Nasional yang ada di Jakarta, menempati urutan nomor satu suara terbanyak. Keunggulan ini menurut penulis adalah wajar, mengingat Bang Mori Hanafi merupakan putra asli Bima.

Lalu bagaimana dengan Bang Hadi yang kapasitanya hanya sebagai Koordinator Tim Pemenangan dari nomor urut tiga Pasangan Zul-Rohmi?

Jika dibandingkan dengan penguasa Kabupaen Bima yang berada dibelakang Suhaili-Amin dan sejumlah tokoh-tokoh hebat Nasionaal yang ada dibelakang Ahyar-Mori, maka bisa dibilang level Bang Hadi masih jauh dibawah mereka.

Walau demikian Bang Hadi mampu mengantarkan pasangan Zul-Rohmi menjadi pemenang, yang berada pada urutan kedua suara terbanyak. Tanpa bermaksud berlebihan, menurut penulis, prestasi Bang Hadi ini patut di berikan aparesiasi dan diacungi jempol. Ini sungguh luar biasa, karena telah berhasil mengalahkan pengaruhnya IDP.
“Selamat Bang Hadi, anda sungguh hebat, anda pantas mendapatkan predikat sebagai lokomotif kemenangan Zul-Romi di Kabupaten-Kota Bima.

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here