Soal Pemukulan Mahasiswa, Ini Kata KUPT Dikpora Wera dan Kasek MTs Wera

0
288

Bima, Inside Pos

beberapa aktivis di Wilayah Kecamatan Wera melakukan unjukrasa di depan Kantor Desa Wora, Selasa, 3-7-2018. Para aktivis ini, menuntut pengaspalan ruas jalan yang menghubungkan Desa Wora dengan desa sebelah.

Aksi tersebut mendapatkan reaksi keras dari sejumlah warga pro pemerintah. Imbasnya sejumlah aktivis antara lain, Muhammad Jemi, Musdianto dan Raden dianiaya oleh warga karena menilai aksi unjukrasa tersebut sarat kepentingan sekelompok dengan membawa nama warga setempat.

tidak hanya itu, isu yang berkembang adanya keterlibatan KUPT Dikpora Kecamatan Wera, Mawardin S.Pdi dan Kasek MTS Wora, Sarwani S.Pdi. Kedua ASN di Wera ini, disebut menghalangi aksi unjukrasa menuntut adanya pembangunan di Wera yang tertuju ke Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri.

Kepada Inside Pos, KUPT Wera Mawardin S.Pdi membatah dengan keras telah melakukan pemukulan terhadap para aktivis. Lantaran pada saat itu, ia mencoba menjadi penengah dari masalah yang melibatkan warga yang emosi atas sikap mahasiswa yang blokir jalan.

”Sangat konyol saya dengan Kasek Mts Melakukan pemukulan itu. Kami sangat memahami tanggung jawab mahasiswa sebagai agen perubahan. jelas pada saat itu, mereka dikeroyok oleh sejumlah warga yang emosi,” bantah Mawardin

Ungkapnya, jika untutan aktivis tersebut telah dilakukan audensi dengan Bupati Bima di Kantor Bupati melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, juga sejumlah pejabat terkait. Sehingga oleh Bupati memerintahkan Sekda untuk meninjau langsung di lapangan, terkait apa yang menjadi tuntutan aktivis.
Sayangnya, ketika Sekda turun ke lokasi mengkroscek lokasi proyek dimaksud. Tiba-tiba muncul Muhammad Jemi di tengah kerumuan tim yang turun atas perintah Bupati tersebut menggunakan motor dan menabrak KUPT dirinya.

“Warga yang melihat kejadia itu langsung marah dan memukul bersangkutan. Dan pemukulan itu bukan oleh KUPT dan Kasek, melainkan oleh massa saat itu yang tidak terima dengan ulah oknum aktivis,” bebernya

sementara itu, Kepala MTS Wora, Sarwani S.Pd, Senada juga disampaikan Kasek MTS Wora, Sarwani S.Pd. Ia tidak pernah melakukan pemukulan terhadap aktivis, melainkan secara massa oleh warga yang tidak terima sikap dan prilaku aktivis yang berlebihan.

Kepala MTs Wira, Sarwani, S.Pd

 

”Saya juga pernah kuliah dan pernah jadi aktivis. tidak mungkin saya berlaku kasar kepada mahasiswa. Silahkan demonstrasi, tapi jangan berlebihan menyalahkan orang lain atau pemerintah, karena setiap tuntutan warga tetap dipenuhi oleh pemerintah, namun tetap melalui proses,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pengakuan aktivis keterlibatan dirinya memuukul aktivis adalah bohong besar dan mengada-ada.”Saya dan KUPT tidak pernah memukul mereka, melainkan oleh warga saat itu,” Tegasnya

Ia juga meminta kepada Polisi untuk usut masalah pemukulan tersebut. ia tidak mau namanya tercoreng lantaran masalah yang tidak ada kaitan dengan dirinya.
“ini tugas polisi, silakan diusut saja,” pungkasnya

Namun penyataan kedua tokoh pendidikan di Kecamatan Area tersebut berbeda dengan penyataan Salah seorang teman korban. Ia mengaku jiwa kedua ASN di Kecamatan Wera itu terlibat dalam aksi pemukulan mahasiswa di Wera.

“Itu pembenaran dari keduanya. kami mendapatkan informasi kedua ASN itu menghadang gerakan mahasiswa dan melakukan pemukulan,” ujar teman korban yang meminta namanya dirahasiakan.

tidak hanya itu, Ia juga menyoroti kinerja Kapolsek Wera yang tidak mau mendengar saran dari mahasiswa untuk mengawal aksi demo di wera. terkesan Polsek Wera membiarkan aksi main hakim sendiri terjadi pada sejumlah mahasiswa.
” sepertinya ini sudah ada perencanaan. ini dibuktikan dengan tidak adanya aparat kepolisian yang mau mengawal aksi tersebut,” sorotnya.

Kapolsek Wera yang diupayakan konfirmasi berita belum berhasil dihubungi terkait adanya peristiwa Hukum yang melukai sejumlah mahasiswa di Wilayah hukum polsek Wera.

Ryan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here