Terlalu!!! Kades Ntana Tipu Warga Piong

0
466

Bima, Inside Pos

Memalukan. Harusnya seorang kades menjadi tauladan bagi warganya. Namun tidak bagi Kades Ntana, Ibrahim Muhamad. Ia diduga melakukan penipuan terhadap warga Piong Kacamatan Sanggar.

Modus penipuan Kepala Desa di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima terhadap saudara Rudi Hartono asal Desa Piong, Kecamatan Sanggar terungkap. Pasalnya, dugaan oknum kades ini terkait dengan surat kendaraan mobil yang dibeli oleh Rudi Hartono.

Kata Rudi, setelah dia melakukan traksaksi jual-beli mobil senilai Rp125 juta sekitar tahun 2017 lalu. Hingga saat ini, Ibrahim masih membawa STNK dan BPKB asli milik mobil yang dibelinya itu.

“Ibrahim sengaja membawa kabur surat-surat mobil dam truck yang saya beli kepadanya. Waktu membeli ke Pak Ibrahim harganya Rp125 juta dan saya membayarnya dua kali,” sebut Rudi menceritakan, Minggu, 8 Juli 2018,

Dia mengatakan, pada awal pembayaran mobil ini disepakati uangnya diberikan kepada seorang yang bernama Tasrif sebesar Rp100 juta. Dan sisanya Rp25 juta diterima langsung oleh Ibrahim selaku pemilik mobil di rumah Rudi di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

“Uang Rp25 juta itu tujuannya untuk mengurus surat balik nama mobil. Dan yang Rp100 juta diterima oleh Tasrif di Desa Kore pada tahun 2017 lalu,” sahutnya.

Ia menjelaskan, dalam pembayaran yang Rp25 juta itu, disepakati pula uang tersebut untuk biaya balik nama pada STNK dan BPKB, namun surat-surat mobil tersebut tak kunjung pula diberikan, Akhirnya, beberapa waktu yang lalu, Ibrahim (Kades) sudah membuat surat pernyataan untuk mengembalikan STNK dan BPKB yang dibawa dan dalam keadaan sudah balik nama.

“Pada pernyataan tersebut diterangkan waktu pengembaliannya yaitu pada tanggal 30 Maret 2018 lalu. Namun, melewati waiktu yang ditentukan sikap Pak Ibrahim ternyata masih juga belum menepati dan surat-surat mobil belum diserahkan,” terangnya.

Ia merasa kecewa dengan cara yang dilakukan oleh Ibrahim pada dirinya, Ia menuding Ibrahim sengaja menghidar atau menipu dan tidak mau memberikan surat-suerat mobil tersebut. “Pak Ibrahim ini sudah menipu dan tidak bertanggung jawab dengan yang dilakukannya. Dan yang parah sudah lewat tanggal  dan sejak saat itu hingga kini nomor HP Pak Ibrahim tidak bisa dihubungi lagi,” tandasnya.

Rudi tegaskan, dirinya akan melaporkan masalah ini ke Polres Bima dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan STNK dan BPKB mobil yang dibelinya. Rudi mengaku, dirinya selalu sabar dengan sikap Ibrahim dan saat ini, surat jalan mobil hanya bermodal STNK dan BPKB yang di foto copy saja.

“Cukup sabar saya selama ini, STNK dan BPKB yang dipegang saat ini hanya yang foto copy saja, Saya minta STNK dan BPKB yang asli tidak dikembalikan, Untuk balik namanya, biar kami sendiri saja yang mengurusnya,” tegasnya.

Di sisi lain Ibrahim dan Tasrif yang disebutkan namanya dalam berita ini sudah diupayakan untuk dikonfirmasi namun belum berhasil mendapat keterangan dari keduanya

Sementara itu, Kades Ntana belum berhasil diwawancarai. dihubungi via Handphone namun diangkat orang lain yang mengaku temannya.
“Ini nomor saya, dia (Kades) biasa menggunakan HP saya kalau ada yg masalah,” kata teman Kades yang mengaku warga sanggar

Ryan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here