Menteri Suka ‘Tenggelamkan’ Tidak Paham Soal Daging

0
232

NTB, Inside Pos,-

Oleh : Kharismafullah (Coordinator Bidang Advokasi, Aksi dan Propaganda Ikatan Senat Peternakan Indonesia (ISMAPETI)

Video di acara jalan sehat di jakarta yang di hadiri oleh sang jaura dunia lari 100 meter Lalu Muhamad Zuhri menjadi viral.

Dalam acara tersebut Menteri Susi kampanyekan kepada masyarakat untuk kosumsi ikan. Menteri yang suka ‘tenggelamkan’ kapal dalam orasinya menganjurkan kepada seluruh peserta yang hadir untuk makan ikan, karna ikan banyak kandungan nutrisi yang dapat membuat anak-anak bangsa cerdas dan berprestasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan pilihan Jokowi mengatakan kepada para peserta yang hadir, makan ikan bisa juara dunia “Ini contohnya, lalu muhamad juhri,” katanya setelah itu menanyakan kepada sang juara dunia.

Pria asal NTB ini di paksa oleh peserta lain untuk menyebut karna makan ikan. Dengan wajah tersipu malu, sang juara dunia menjawab sesuai selera peserta. padahal mereka tidak tahu kondisi sebenarnya. Menteri susipun sesumbar, juara duniapun rutin makan ikan bisa jadi juara dunia. Ini bukan masalah.

Hal yang membuat panas kuping penulis, ketika dalam kampanye tersebut, Menteri yang suka merokok ini kerdilkan daging. Dari orasinya, mengatakan daging tidak baik, kolesterolnya tinggi, jadi tidak baik untuk kesehatan.

Penulis ingin mengatakan bahwa pernyataan didepan umum soal daging sangat membahayakan. Ditengah optimisme pemerintah dalam membangun dunia peternakan khususnya pembangunan di bidang ruminansia besar yaitu sapi.

Justru Malah terlihat gesekan kepentingan oleh menteri di kabinet JOKOWI-JK. Soal Daging, Menteri PERTANIAN melalui DITJEN PKH selalu mengajak masyarakat agar bayak mengonsumsi daging sedangkan menteri kelautan malah mengkampanyekan bahaya mengonsumsi daging.

Kondisi ini, Pertanda bahwa JOKOWI-JK tidak mampu membatasi pikiran para menterinya untuk tidak asal bicara. sehingga terjadi hal-hal yang dapat merugikan bangsa dan khususnya dunia peternakan.

Bagi penulis ini merupakan pelecehan terhadap para ilmuan, akademisi peternakan dan dunia peternakan itu sendiri. Bagaimana tidak lontaran orasi mentri susi yang membandingkan ikan dan daging terang-terangan menteri susi mengatakan jangan makan daging karna kolesterolnya tinggi.

Padahal para akademisi dan ilmuan peternakan tidak tidur dalam meneliti dan mendesain cara agar kolesterol daging tidak membahayakan bagi masyarakat yang mengonsumsinya.

Tapi bagi saya ini juga asbun, karena orang yang biasanya bom kapal bicara daging. Sama sekali tidak mendasar dan tidak masuk akal. Padahal kandungan-kandungan yang ada di dalam daging tidak semua membuat orang bisa terkena kolesterol dan lain sebagainya.

Banyak kandungan nutrisi yang ada dalam daging yang sangat di butuhkan oleh tubuh kita lebih khususnya anak-anak yang pada masa pertumbuhan. kelirunya adalah ketika masyarakat mengonsumsi daging secara berlebih, sehingga bisa terkena kolesterol. Karena kandungan lemak di daging umumnya tinggi.

Tetapi lemak juga di butuhkan oleh tubuh untuk produksi energy untuk beraktivitas sehari-hari, lemak akan di proses oleh tubuh untuk meningkatkan energy agar dapat melakukan aktivitas. Selain itu juga lemak di gunakan untuk membantu proses enjim dan pembentukan protein dalam tubuh.

Saya kira lemak seperti yang telah di teliti juga baik untuk tubuh. Yang pada intinya daging ini memang sumber kolesterol, tapi kalau di makan dalam kadar yang cukup saya kira tidak akan terkena kolesterol.

Untuk darah tinggi lebih ke metode memasaknya saja atau penggunaan bumbu-bumbu yaitu penggunaan garam dan penyedap yang banyak. Pernyataan keliru ini membuat masyarakat was-was akan daging, sehingga dunia peternakan terpinggirkan.

Kalau di telisik manfaat mengonsumsi daging sangat banyak. mulai dari sumber protein, mineral, kaya akan vitamin. Lebih khususnya kandungan protein, daging mengandung protein yang sangat besar sehingga bahan pangan asal ini sangat penting.

Protein sangat penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan, produksi antibody serta menguatkan system imun tubuh sehingga tak mudah sakit. Yang paling penting adalah daging mengandung asam amino esensial, karena itu daging boleh di bilang sebagai sumber protein yang terbaik.

Saya kira kalau bicara atas dasar ilmu, prodak laut dan hewani juga sama-sama menyebabkan berbahaya kalau di konsumsi secara berlebihan, contohnya cumi-cumi dan kepiting (kolesterol), udang (kolesterol dan beberapa alergi) dan ikan sendiri mengandung merkuri yang dapat merusak system kekebalan tubuh, paru-paru, jantung, ginjak serta otak. Yang pada intinya prodak laut dan prodah hewani sama-sama di butuhkan oleh tubuh kita, asalkan mengonsumsi dengan kadar yang cukup.

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here