Oknum ASN Diduga Biang Penyegelan Kantor Desa Wora

0
303

Bima, Inside Pos,-

Terjadi penyegelan Kantor Desa Wora Kecamatan Wera-Bima, Selasa 7-8-2018 kemarin. Aksi sekelompok pemuda di desa setempat diduga lantaran terkena hasutan salah seorang ASN di Wera, MWD (inesial).

Menurut sumber Inside Pos, segel kantor itu bermula dari protes sekelompok pemuda terkait pembentukan panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Wora, 26 Juli lalu.

Dalam aksi itu, Sejumlah pemuda menuntut agar ada pembentukan panitia ulang lantaran tidak melibatkan sejumlah elemen. Padahal, menurut sumber ini, dalam rapat yang dilakukan beberapa pekan lalu itu, sudah memenuhi unsur tokoh yang ada di Desa.

“Saya heran, kalau meraka keberatan dengan keputusan rapat 26 Juli itu, kenapa baru sekarang protesnya,” kata sumber ini

Lanjutnya, reaksi pemuda itu terlihat ketika sehari sebelum aksi penyegelan, MWD melakukan protes kepada panitia Pilkades terkait dirinya tidak diundang dalam rapat.

“Saya pribadi curiga, biang dari aksi pemuda itu bermula dari provokasi yang dilakukan ASN MWD ini. Harusnya dia seorang pejabat ikut berperan mengamankan daerah ini, bukan malah memanasi pemuda di desa,” sorotnya

sumber ini meminta kepada Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri agar MWD di Bina secara khusus. Sikap tidak terpuji diperlihatkan oknum pejabat di kecamatan ini justru mencoreng nama baik daerah.

“Saya minta agar bupati memberikan teguran secara tertulis atau evaluasi kinerja bawahannya yang ikut terlibat provokasi kondisi di daerah,” harapnya

Tanggapi hal ini, Kabid BPMDES Andi Faisal menyesalkan adanya penyegelan kantor Desa Wora. Padahal, dilakukan Ketua BPD, Sarwani, S.Pd.I sudah benar melakukan rapat secara terbuka pada 26 Juli serta menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat.

“Apa yang dilakukan BPD di Desa Wora sudah sah menurut aturan. Tidak perlu ada penyegelan seperti itu” ujarnya singkat

Ketua BPD, Sarwani, S.Pd.I dimintai tanggapannya mengaku belum siap memberikan komentar kepada awak media. Ia khawatir adanya kondisi lain dari pernyataannya.

“Intinya kami sudah diberikan mandat dan sudah membentuk panitia menurut aturan Perda dan Perbub yang berlaku. Tidak usah dibesar-besarkan masalah ini,” katanya via pesan elektronik

Sementara itu, MWD hingga berita ini dipublikasikan, belum berhasil diwawancarai.

*Ryan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here