Baliho Caleg PKB ‘Dapil Neraka’ Dirusak OTK

0
863

Bima, Inside Pos,-

Suhu Politik Legislatif di Kota Bima mulai memanas. Dua Baliho Calon Legislatif (Caleg) PKB, Adfirullhaq H. Mustahid, S.Sos Alias Adi dirusak orang tidak dikenal (OTK).

Adi, Caleg yang berada di dapil neraka, (Rasanae Barat dan Mpunda) menyesalkan sikap oknum yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Harusnya Baliho besar miliknya di sekitar lingkungan Tolobali dan Bina Baru ( Dekat Pasar Amahami) tidak dirobek.

“Saya cuma menyesalkan ada oknum yang berlaku demikan disaat kesadaran politik di Kota Bima sedang kondusif,” kata cucu dari H. Kako salah satu tokoh peristiwa Donggo 1972 ini

Dapil neraka yang dimaksud yakni karena suhu politik di dapil II cukup tinggi ketimbang di dapil lainnya. Namun, Politisi muda ini tidak berkecil hati. Baginya, ulah OTK yang merobek balihonya dijadikan sebagai penyemangat untuk ia meraih kursi di Legislatif.

“Saya banyak belajar dari banyak hal terutama pada orang tua saya yang sudah dua periode menjadi anggota DPRD aktif. Kondisi tidak sehat ini kerapkali terjadi bukan hanya kepada saya saja,” imbuhnya

Ditanya akan melaporkan terkait baliho yang dirusak OTK, Adi menjawab santai. Ia hanya menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Ia tidak akan melaporkan hal tersebut.

“Saya hanya berharap kepada oknum tersebut agar tidak melakukan keburukan itu dan biarkan masyarkat memilih dengan hati mereka tanpa harus melakukan diluar kewajaran termasuk kampanye hitam,” tambahnya

Sejauh ini, Ia sudah melakukan konsolidasi serta konsultasi kepada sejumlah tokoh di Kota Bima terutama warga Suku Donggo yang sudah lama menetap di Kota Bima. Kehadiran dirinya di sebagai Caleg mendapatkan Apresiasi luar biasa. lebih-lebih warga di Tolobali tempat tinggalnya.

“Insya Allah, saya percaya usaha ini tidak sia-sia. respon keluarga besar dan teman-teman sangat antusias atas kehadiran saya sebagai Caleg di Kota Bima,” ujar Caleg PKB nomor urut 10 ini

Ia berharap kepada seluruh sahabat dan timnya yang ada di Kota Bima tidak terprovokasi oleh kondisi yang terjadi saat ini. Ia yakin, dibalik cara tidak sehat dilakukan OTK terhadap balihonya pasti memiliki makna hikmah bagi usaha politiknya saat ini.

“Kita tidak boleh terpancing apalagi reaktif. ini seni dalam politik,” ujarnya dikediamannya, Sabtu, 1 September 2018 pagi tadi.

*Ryan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here