Menjelang TMMD, Dandim 1608/Bima Silaturahmi Bersama Warga Sape-Lambu

0
177

Bima, Inside Pos,-

NKRI Harga Mati! Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki peranan penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Berbagai cara ditempuh termasuk pendekatan humanis dengan warga masyarakat dan para tokoh. Ini yang diperlihatkan oleh Dandim Bima, Letkol Inf. Bambang Eka Kurnia Putra dihadapan ratusan warga Sape dan Lambu di Gedung Serba Guna (GSG) Sape, Selasa 4-9-2019 kemarin.

Diawal sambutannya, Bambang menjelaskan perlu segera menindaklanjuti kejadian di Desa Rai Oi dengan tindakan nyata agar tidak ada lagi korban jiwa. Ia merasa prihatin adanya arus perubahan tatanan masyarakat terutama dikalangan generasi muda.

Dandim Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra saat memberikan sambutan dihadapan unsur Muspika dan ratusan warga Dapet dan Lambu di Gedung GSG Sape, Selasa 4-9-2019

“Pengaruh minuman keras, narkoba serta kejahatan kriminal lainnya menjadikan lingkungan bisa memberikan contoh yg baik terhadap generasi muda. Anak2 muda semakin jauh dari sentuhan agama dan kearifan lokal Dou Mbozo,” ujarnya

Lanjut Bambang, Ini memerlukan kepedulian dari semua pihak. terutama Tokoh Agama, Masyarakat dan Pemuda serta peran penting pemerintah daerah bersama aparat Polri dan TNI melakukan penyadaran hukum terhadap masyarkat. Terutama menjangkau program-program peningkatan perekonomian untuk warganya.

“Ini perlu tangan kita semua. Kami menilai Budaya Bima yang sangat luhur seperti Maja Labo Dahu sudah semakin jauh ditinggalkan. Nilai inilah yang perlu kita bangkitkan kembali dalam pertemuan ini,” imbuhnya

Dandim Menuturkan, Menjelang TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan Pilkades serentak di Kabupaten Bima, perlu ada sinergi dari berbagai elemen agar Bima tetap kondusif. Pertemuan bersama unsur Muspika dan para tokoh masyarakat Sape dan Lambu menjadi langkah awal yang dicanangkan Kodim 1608/Bima dalam mempresentasikan kondisi keamanan di Kabupaten Bima.

” Ini pandangan umum kami. Bima kedepan tergantung pada bagaimana generasi muda ini sekarang. Menjelang TMMD ini, kami ingin mengukur potensi yang terjadi dikalangan masyarakat. Kalau kita tidak cepat menyadari, kita akan menjadi masyarakat yang merugi dan tidak pernah akan maju,” terangnya

Selain itu, Komandan Tentara ini mengharapkan para para tokoh untuk menggunakan ketokohannya dilingkungan masing-masing. Bagaimana pEran tokoh dapat mencegah masyarakatnya agar terhindar dari hal yang tidak baik. menghindari konflik antar kampung dan tindakan main hakim sendiri.

“Para tokoh harus memiliki ketokohan yang benar-benar disegani masyarakat. tidak terpancing dan mampu menjadi penyeimbang pikiran dan harapannya. termasuk Kepala Desa dan perangkatnya harus ambil dalam kondisi apapun,” harapnya.

Bambang juga usulkan, jika ada kegiatan diwilayah Desa dan Kecamatan, orang tua, unsur tokoh dan aparat desa turut melibatkan dan membawa para anak muda. terutama kegiatan keagamaan dan budaya.

“Kami pantau di masjid, hanya orang tua saja yang sholat berjamaah di mesjid. sedangkan generasi muda nongkrong aja dijalan. Bahkan kompleks makam yang menjadi pengingat bagi kjustru dijadikan tempat kumpul untuk pesta Miras dan berkelahi,” sorotnya

Tisak hanya itu, Dandim ini menerima laporan adanya pemalakan terhadap truck muat barang dan sejumlah toko di Sape. Ia telah instruksikan kepada jajarannya utk himpun data. dimana, siapa & bagaimana itu terjadi. Selanjutnya akan bekerja sama dengan kepolisian untuk dibenahi bersama.

“Saya ingin adanya partisipasi dari masyarakat untuk mau melaporkan ke Babinsa maupun Babinkamtibmas bila mengetahui adanya kegiatan2 pemalakan, pesta miras, narkoba maupun kepemilikan senjata rakitan. Informan kami jamin kerahasiaannya,” tegasnya seraya manambahkan

“Apabila ada dilingkungan kita yang masih memiliki senjata rakitan, kami himbau agar mau menyerahkan senjata tersebut. Ini akan jauh lebih baik dibandingkan akhirnya kita atau Kepolisian yg mendapatkan barang terlarang itu. Bila ada yang sudah terlanjur menjadi pengguna narkoba, silakan ajak, rangkul utk bersedia direhabilitasi. Kami siap memfasilitasi untuk berkomunikasi dengan BNNK Bima,” tambah pria yang pernah bertugas di Aceh ini

Dikatakannya, Bulan Oktober mendatang, pihaknya akan laksanakan TMMD diwilayah Lambu & Nggelu. Ia meminta adanya partisipasi yang maksimal dari masyarakat Sehingga hasilnya bisa lebih maksimal dan bisa dinikmati bersama.

“Saat TMMD nanti, kita rencanakan adanya kegiatan Kemah Budaya utk mengenalkan kembali generasi muda dengan Budaya Bima yang sangat kental dengan keislamannya,” pungkasnya.

Camat Sape, Komarudin S.Sos apresiasi acara silaturahmi yang diadakan oleh Dandim 1608/Bima. Menurutnya, Dandim memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi yang terjadi di Bima. bahkan menjadi orang pertama hadir dalam setiap konflik ditengah masyarakat untuk meredam suasana.

“Beberapa kali kita melihat sosok Dandim Bima ini dalam situasi masalah. Ini menandakan adanya kepedulian yang luar biasa dan harus kita apresiasi dan memberikan penghormatan. selaku Camat, saya juga terimakasih kepada unsur Muspika Sape dan Lambu yang sudah mau hadir dalam acara mulia ini,” pujinya

Dijelaskannya, kondisi Sape sementara ini sudah mulai kondusif. hal ini berkat kesigapan Polri dan TNI yang cepat melakukan langkah persuasif dalam meredam potensi yang terjad. Hal tersebut menjadi angin segar bagi wilayah Sape dan Lambu dalam persiapan Pilkades. Dari 53 desa diseluruh kabupaten Bima, di Sape terdapat 8 desa, sedangkan di kecamatan Lambu 1 Desa saja.

“Kami berharap bantuan dari Polri dan TNI semoga dalam pelaksanaan pilkades nanti berjalan aman dan tertib,” harapnya.

Adapun yang hadir, Camat Lambu, Abdurahman S.So, Danramil 03/Sape Kapten inf Junaid, Danramil Donggo Kapten inf Muhammad, Kapolsek Sape AKP Syarifudin Jamal, Kapolsek Lambu Iptu Kurais dan unsur Muspika di Sape-Lambu serta Ratusan Warga.

*Ryan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here