HMI STIE Bima Siap Kawal Pemilu 2019

0
159

Bima, Inside Pos,-

HMI Komisariat STIE Bima menggelar Ngobrol Pemilu (Ngopi) di aula FKUB Kota Bima, Selasa (9/10/2018). Kegiatan yang dihadiri puluhan kader HMI se Cabang Bima itu mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam mengawal Pemilu 2019″.

Ketua HMI Komisariat STIE Bima, Sahbuddin mengatakan, pihaknya siap mengawal proses demokrasi tahun 2019 mendatang. Hal itu sesuai keinginan PB HMI yang meminta kader HMI untuk memantau Pemilu 2019.

Ia berharap dari dari acara ngopi tersebut, mahasiswa terutama kader HMI STIE Bima terus menjaga independensi etis dan organisatoris. Serta tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis.

“Sebagai kader umat dan bangsa, kami akan memantau dan mengawal pemilu 2019. Memastikan pelaksanaan demokrasi berjalan aman dan sehat,” katanya.

Mahasiswa Diharapkan Bantu Masyarakat Memilih Pemimpin Berkualitas serta tidak terkontaminasi dengan politik praktis. Tidak hanya itu, Mahasiswa dan pemuda diminta agar bisa membantu masyarakat untuk memilih pemimpin yang berkualitas.

Ketua Panwaslu Rasanae Timur, M. Subhan dalam kegiatan Ngobrol Pemilu (Ngopi) mengatakan pemuda dan mahasiswa harus menjadi ikon demokrasi. Mengajak masyarakat untuk menolak politik uang (money politic), poliitik SARA dan menjadi pelopor gerakan anti Hoax dalam pemilu 2019.

“Saya berharap mahasiswa dan pemuda bisa berfungsi sebagai agen pengawas partisipasif dalam pemilu 2019 mendatang,” katanya.

Sementara Ketua KNPI Kota Bima, Mutmainah Haris menuturkan, peran pemuda dan mahasiswa sudah banyak memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkualitas.

Khusus untuk perempuan, anggota DPRD Kota Bima ini mengajak sesama kaumnya untuk tampil dalam kontestasi demokrasi. Tidak hanya menjadi pelengkap kaum laki-laki saja.

“Perempuan jangan mau kalah dengan laki-laki. Karena tidak sedikit perempuan yang sukses dalam kontestasi demokrasi, misalnya ibu Bupati Bima,” katanya.

Sementara Jurnalis Suara NTB, Uki mennilai kontribusi mahasiswa dan pemuda dalam mengawal pemilu khususnya di Bima masih sangat minim. Dalam kacamata media, peran mahasiswa lebih banyak kepada advokasi penegakan supremasi hukum.

“Misalnya pengawalan kasus-kasus korupsi hingga kebijakan yang tidak pro rakyat,” ujarnya

Ia mendorong agar mahasiswa dan pemuda mengambil bagian dalam mengawal pemilu 2019 mendatang. Menyampaikan narasi serta gagasan intelektual ditengah masyarakat untuk memilih calon pemimpin yang berkualitas.

“Sebab Pemimpin yang berkualitas akan lahir dari pemilih yang berkualitas,” katanya

Sementara Akademisi STIE Bima, Amirul Mukminin AK berharap pemuda dan mahasiswa tetap kritis serta menyampaikan gagasan yang rasional. Tidak menimbulkan polemik ditengah masyarakat.

“Ini sebagai langkah dari mahasiswa dan pemuda memberikan Pendidikan politik terhadap masyarakat,” singkatnya

*ryan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here